PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Lintas Daerah

Pendidikan Anak Dimulai dari Rumah, Bukan Sekolah

in Lintas Daerah
372
0
Pendidikan Anak Dimulai dari Rumah, Bukan Sekolah

Anggota Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII, Netty Herawaty, dalam sebuah podcast tentang peran keluarga dalam pendidikan anak usia dini. Foto: LINES

551
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (1/7). Rumah adalah sekolah pertama, dan orang tua adalah guru utama bagi anak-anak mereka. Pernyataan itu bukan sekadar ungkapan lama, tetapi fakta yang kembali ditegaskan oleh anggota Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII, Netty Herawaty, dalam sebuah podcast tentang peran keluarga dalam pendidikan anak usia dini di kanal Youtube resmi Kompas.

“Orang tua adalah pendidik pertama dan utama. Jangan sampai rumah hanya jadi tempat istirahat, tapi harus jadi lembaga pendidikan yang aktif,” ujar Netty di Jakarta, pada Minggu 29 Juni 2025.

Menurut Netty, peran keluarga tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan dasar anak seperti makan dan perawatan, tetapi juga menyangkut stimulasi, pendidikan karakter, perlindungan, hingga kesejahteraan psikologis. Ia mengingatkan, keberhasilan anak di masa depan tidak lepas dari seberapa optimal peran orang tua sejak dini.

Sayangnya, kata dia, masih banyak orang tua yang menginginkan anaknya sukses, namun belum memahami tahapan tumbuh kembang si kecil. Bahkan, interaksi sehari-hari kerap terjebak dalam pola yang salah kaprah. “Ada yang niatnya baik, tapi karena tidak paham, akhirnya terjadi malpraktik pendidikan di rumah. Belajar itu bukan cuma di jam formal, tapi berlangsung setiap saat, setiap detik,” tutur Netty yang merupakan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum UPN “Veteran” Jakarta.

Ia menekankan, untuk bisa menjadi pendidik yang efektif, orang tua wajib memahami karakter anak, fase pertumbuhan mereka, serta cara menciptakan lingkungan rumah yang sehat, aman, dan merangsang perkembangan anak. “Kalau orang tua tidak ngerti tahap perkembangan anak, akibatnya bisa fatal. Bisa terjadi keterlambatan yang sulit diperbaiki,” ujarnya.

Salah satu fase paling krusial, menurut Netty, adalah periode emas usia 0 hingga 2 tahun. Di masa ini, tujuh indra anak harus distimulasi secara maksimal. Jika diabaikan, fondasi pembelajaran di masa depan bisa goyah. “Anak itu peniru ulung. Apa yang dia lihat, dia dengar, dia rasakan di rumah, itu yang akan dia bawa sampai besar,” kata Netty.

Tak kalah penting, lanjut dia, orang tua harus rajin memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Pertumbuhan seperti berat dan tinggi badan bisa dilacak lewat KMS, tetapi aspek perkembangan lebih kompleks. Ada enam area yang wajib diperhatikan: nilai agama dan moral, keterampilan fisik, kognitif, kecerdasan sosial-emosional, bahasa, dan seni. “Kalau ada keterlambatan yang terlewat di periode kritis, itu bisa memengaruhi masa depannya. Makanya harus dicatat dan dievaluasi secara rutin,” ujar Netty.

Ia juga mengkritik praktik pendidikan yang terlalu menekankan aspek fisik atau akademik semata, sementara aspek berpikir kritis, kreativitas, dan kecerdasan emosional kerap diabaikan. Padahal, menurut Netty, stimulasi optimal harus seimbang dan menyeluruh.

“Pendidikan efektif itu bukan hanya soal teori atau hafalan. Harus dikemas lewat bermain yang terarah, biar anak belajar sambil mengalami dan mempraktikkan,” jelasnya.

Di akhir paparannya, Netty mengingatkan pentingnya sinergi antara rumah dan lembaga pendidikan formal. Ia mendorong agar sekolah tidak berjalan sendiri, melainkan melibatkan orang tua dengan membagikan kurikulum dan metode pembelajaran. Dengan begitu, stimulasi yang diberikan kepada anak bisa berkesinambungan, memperkuat koneksi saraf di otak, dan membangun pondasi kecerdasan jangka panjang.

“Anak belajar setiap detik, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Jadi, kolaborasi antara rumah dan sekolah itu mutlak, supaya tidak ada kesenjangan dalam proses belajar,” pungkas Netty.

Tags: Pendidikan AnakPendidikan dari RumahSekolah

Related Posts

LDII Papua Barat Manfaatkan Idul Adha untuk Berbagi pada Sesama
Lintas Daerah

LDII Papua Barat Manfaatkan Idul Adha untuk Berbagi pada Sesama

by admin
June 2, 2026
0

Manokwari (2/6). Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Papua Barat menyembelih 52 ekor sapi dan empat ekor kambing kurban pada Hari Raya Iduladha...

Read more
LDII Lahat Tebar 1.500 Paket Daging Kurban, Perkuat Ukhuwah dan Sinergi dengan Pemda
Lintas Daerah

LDII Lahat Tebar 1.500 Paket Daging Kurban, Perkuat Ukhuwah dan Sinergi dengan Pemda

by admin
June 2, 2026
0

Lahat (2/6). DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Lahat menyembelih 52 hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Dari...

Read more
LDII Singkawang Tingkatkan Kepedulian Sosial Melalui Daging Kurban
Lintas Daerah

LDII Singkawang Tingkatkan Kepedulian Sosial Melalui Daging Kurban

by admin
June 2, 2026
0

Singkawang (2/6). DPD LDII Kota Singkawang, Kalimantan Barat, berkurban sebanyak 30 hewan kurban pada Idul Adha 1447H. Momen Idul Adha dimanfaatkan selain...

Read more
LDII Lampung Perkuat Sinergi dengan FKUB untuk Jaga Kerukunan Umat Beragama
Lintas Daerah

LDII Lampung Perkuat Sinergi dengan FKUB untuk Jaga Kerukunan Umat Beragama

by admin
June 2, 2026
0

Bandar Lampung (2/6). DPW LDII Provinsi Lampung memperkuat komitmennya dalam menjaga kerukunan umat beragama melalui silaturahmi dengan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama...

Read more
Wabup Blora Serahkan Sapi Kurban ke LDII, Perkuat Sinergi dan Kepedulian Sosial
Lintas Daerah

Wabup Blora Serahkan Sapi Kurban ke LDII, Perkuat Sinergi dan Kepedulian Sosial

by admin
June 2, 2026
0

Blora (2/6). Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini menyerahkan seekor sapi kurban kepada DPD LDII Kabupaten...

Read more
LDII Tabanan Kembali Ngejot Daging Kurban, Jaga Kerukunan Antarumat
Lintas Daerah

LDII Tabanan Kembali Ngejot Daging Kurban, Jaga Kerukunan Antarumat

by admin
June 2, 2026
0

Tabanan (2/6). Warga LDII Kabupaten Tabanan melestarikan tradisi ngejot daging kurban pada Idul Adha 1447H, Rabu, (27/5). Hal itu untuk menjaga kerukunan...

Read more
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

Hadapi Tekanan Ekonomi, LDII Dorong Penerapan Gaya Hidup Bersahaja dan Produktif

Hadapi Tekanan Ekonomi, LDII Dorong Penerapan Gaya Hidup Bersahaja dan Produktif

June 15, 2026
LDII Kota Cimahi dan Satgas Sektor 21 Citarum Harum Bersinergi dalam Aksi Bersih-Bersih Sungai

Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, LDII Tekankan Kemandirian dan Gaya Hidup Hemat untuk Atasi Sampah

June 6, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In