Muaro Jambi (16/6). Ratusan warga LDII Kecamatan Sungai Gelam melaksanakan aalat Idul Adha 1447 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung khidmat itu, dilaksanakan di halaman Masjid Al Muhajirin, Desa Mingkung Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi pada Rabu (27/5/2026).
Salat Id berjamaah yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB tersebut dipimpin oleh Ahmad Taslim yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib. Dalam khutbahnya yang disampaikan menggunakan bahasa Arab, ia mengingatkan jemaah mengenai keutamaan ibadah kurban, “Tidak ada satu amalan pun yang paling disenangi oleh Allah SWT pada hari ini selain berkurban,” ujar Ahmad Taslim di hadapan jemaah yang memadati halaman masjid.
Ia juga memberikan penekanan khusus kepada panitia kurban, agar lebih selektif dan berhati-hati dalam memilih hewan kurban. Ia menegaskan bahwa hewan yang cacat fisik, seperti buta, pincang, sobek telinga, atau patah tanduk, tidak boleh dijadikan hewan kurban demi menjaga keabsahan ibadah.
Setelah rangkaian salat dan khutbah selesai, acara dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) LDII Kecamatan Sungai Gelam, Fatchurrahman. Ia mengajak warga untuk menjadikan Iduladha sebagai momentum nyata dalam menghapus kesenjangan sosial di masyarakat, “Kurban itu momentum meruntuhkan tembok kesenjangan sosial. Runtuhkan kesenjangan kasta, kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Jangan sampai kita kaya harta, tapi miskin empati,” tegas Fatchurrahman.
Ia juga mengingatkan jamaah dengan mengutip hadits Rasulullah SAW yang memberikan peringatan keras bagi umat muslim yang mampu, namun enggan berkurban untuk tidak mendekati tempat ibadah.
Pesan tersebut diresapi salah satu jamaah salat Idul Adha, Imam (42). Ia mengaku semakin menyadari esensi dari ibadah kurban itu sendiri, “Pesan Pak Ketua benar-benar membuka mata saya, bahwa kurban bukan soal daging, tapi soal hati dan kepekaan terhadap tetangga yang kurang mampu,” ungkapnya.
Rangkaian acara ibadah tersebut resmi ditutup pada pukul 08.05 WIB. Selesai acara, seluruh warga langsung bergegas menuju lingkungan masjid masing-masing. Mereka berganti pakaian lapangan untuk memulai proses penyembelihan serta pendistribusian daging kurban ke pelosok desa.














