PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Artikel

Sejarah Kebangsaan Indonesia Ditulis Ulang, Prof. Singgih: Ini untuk Kepentingan Bangsa

in Artikel, Nasional
390
0
Sejarah Kebangsaan Indonesia Ditulis Ulang, Prof. Singgih: Ini untuk Kepentingan Bangsa

Guru Besar Sejarah Universitas Diponegoro Semarang, Prof. Singgih Tri Sulistiyono, di kanal YouTube Inspirasi Untuk Bangsa pada 17 Mei 2025. Foto: LINES

553
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (4/7). Upaya penulisan ulang sejarah kebangsaan Indonesia kini tengah berlangsung, dipimpin langsung oleh sejumlah sejarawan terkemuka di tanah air. Program besar yang digagas Kementerian Kebudayaan ini bukan sekadar proyek akademis, melainkan ikhtiar serius untuk merumuskan narasi sejarah yang lebih lengkap, jernih, dan relevan dengan kebutuhan bangsa hari ini dalam rangka meningkatkan kohesi sosial sesama anak bangsa guna mencapai cita-cita kita Bersama, yaitu negara Pancasila yang paripurna.

“Ini bukan penulisan ulang yang dimaksudkan untuk mengganti sejarah seenaknya. Kita ingin memperkuat kohesi sosial, memelihara ingatan kolektif bangsa, sekaligus menyempurnakan narasi sejarah Indonesia dengan temuan-temuan terbaru,” ujar Guru Besar Sejarah Universitas Diponegoro Semarang, Prof. Singgih Tri Sulistiyono, di kanal YouTube Inspirasi Untuk Bangsa pada 17 Mei 2025.

Penulisan ulang ini, kata Singgih, sudah berjalan sejak Januari lalu dengan diawali pembentukan tim editor umum kemudian dilanjut dengan editor-editor jilid. Ia sendiri tergabung dalam jajaran para editor tersebut, bersama sejumlah sejarawan, arkeolog, dan antropolog lintas kampus. Proyek ini menargetkan sepuluh jilid buku sejarah Indonesia, dengan cakupan mulai dari asal-usul geografi Nusantara, perjumpaan budaya (cultural encounter) dengan India, Islam, kolonialisme Barat, hingga babak reformasi dan era pemerintahan Presiden Joko Widodo,” kata Ketua DPP LDII, Singgih.

Menurut Singgih, progres penulisan saat ini berkisar 80 persen lebih. Namun, ia menegaskan bahwa proses ini bukan pekerjaan ruang tertutup. “Kita membuka ruang masukan seluas-luasnya, baik dari akademisi, masyarakat umum, maupun pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Semua masukan, lanjut dia, akan dikaji dalam rapat-rapat tim editor, sebelum diolah menjadi bagian dari narasi besar sejarah kebangsaan, dan bahkan akan dilakukan sosialisasi publik yang dipusatkan di berbagai universitas di Indonesia.

Yang membedakan penulisan ulang kali ini, kata Singgih, adalah pengayaan substansi dan metodologinya. Selain tetap menggunakan sumber sejarah lama yang masih relevan, tim juga menggali temuan-temuan baru dari dua dekade terakhir, termasuk sumber lisan yang selama ini kerap terpinggirkan.

“Kita ingin sejarah ini lebih objektif, lebih Indonesia-sentris, tapi tetap memiliki perspektif global. Peristiwa sejarah Indonesia tak bisa dilepaskan dari dinamika global,” tuturnya.

Narasi sejarah ini, tambah Singgih, juga dirancang agar lebih otonom. Artinya, tidak didikte oleh bias kolonial dan kepentingan politik praktis. Isu-isu krusial seperti tragedi 1965 atau Reformasi 1998, yang selama ini sensitif dibicarakan, akan tetap diakomodasi sepanjang ada bukti dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Suara korban tetap kita dengarkan. Tidak ada yang ditutup-tutupi, tapi semua harus berbasis sumber Sejarah yang otentik dan kredibel” tegas dia.

Menanggapi kekhawatiran sebagian kalangan soal potensi intervensi pemerintah, Singgih memastikan, proyek ini murni untuk kepentingan bangsa, bukan untuk propaganda rezim tertentu. Ia bahkan menyebut, sejarah yang ditulis ulang ini tetap membuka ruang bagi munculnya versi sejarah alternatif.

“Kita tidak sedang menciptakan sejarah tunggal. Ini sejarah kebangsaan yang ditulis dengan pespektif kebangsaan yang menarasikan perjalanan bangsa Indonesia sejak awal hingga masa kontemporer, sehingga bisa memupuk kesadaran siapa diri kita, dari mana kita berasal, dan mau kemana arah perjalanan kita sebagai sebuah komunitas bangsa, yang dalam Bahasa Jawa disebut sebagai ‘sangkan paraning dumadi’. Tentu kita tetap dengan senang hati membuka ruang dari berbagai pihak untuk penulisan Sejarah dengan perspektif yang lain” katanya.

Rencananya, hasil penulisan ini bisa menjadi rujukan utama buku-buku teks di sekolah. Namun, Singgih mengingatkan, materi sejarah tidak bisa diberikan mentah-mentah. Harus ada proses seleksi dan adaptasi agar sesuai dengan usia peserta didik.

“Untuk anak SD dan SMP, fokusnya pada pewarisan nilai kebangsaan. Sementara di tingkat SMA, di samping sebagai Pendidikan moral, pendidikan sejarah harus jadi intellectual training atau latihan berpikir kritis, bukan indoktrinasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, perspektif global juga akan ditonjolkan. Misalnya, peristiwa 1965 akan dipahami dalam konteks Perang Dingin dunia, bukan sekadar konflik domestik. Dengan begitu, generasi muda bisa melihat posisi Indonesia dalam percaturan global, sekaligus memahami akar masalah kebangsaan dari kacamata yang lebih luas.

“Kita ingin sejarah tidak berhenti jadi hafalan, tapi menjadi cermin dan pelajaran untuk masa kini dan masa depan yang lebih gemilang,” pungkas Singgih.

Tags: prof. singgihSejarah BangsaSejarah Indonesia Ditulis Ulang

Related Posts

Ponpes Wali Barokah Dorong Penguatan Ekonomi Syariah di Mataraman
Artikel

Ponpes Wali Barokah Dorong Penguatan Ekonomi Syariah di Mataraman

by eko nuansa
September 12, 2026
0

Kediri (6/9). Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah turut ambil bagian dalam Semarak Ekonomi Syariah Wilayah Mataraman (SYIAR) 2026 yang berlangsung di Balai...

Read more
Sambut HUT ke-81 RI, LDII Gunung Putri Gelar Bakti Sosial Bersihkan Lingkungan
Artikel

Sambut HUT ke-81 RI, LDII Gunung Putri Gelar Bakti Sosial Bersihkan Lingkungan

by eko nuansa
August 20, 2026
0

Gunung Putri (14/8). Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ratusan warga LDII Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten...

Read more
HUT ke-81 RI, Ponpes Wali Barokah Tanamkan Nasionalisme dan 29 Karakter Luhur kepada Ribuan Santri
Artikel

HUT ke-81 RI, Ponpes Wali Barokah Tanamkan Nasionalisme dan 29 Karakter Luhur kepada Ribuan Santri

by eko nuansa
August 18, 2026
0

Kediri (18/8). Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui pengibaran bendera, tetapi juga diwujudkan dengan menyiapkan generasi penerus yang berkarakter, berilmu, dan memiliki...

Read more
Isi Liburan Sekolah dan Pembinaan Generasi Penerus, LDII Boyolali Gelar Asrama
Artikel

Isi Liburan Sekolah dan Pembinaan Generasi Penerus, LDII Boyolali Gelar Asrama

by eko nuansa
July 9, 2026
0

Boyolali (7/7). PC LDII Boyolali menggelar Asrama Liburan bagi siswa usia SMP hingga SMA selama masa libur sekolah. Kegiatan yang diikuti 94...

Read more
Warga LDII Balepanjang Gotong Royong Perbaiki Gedung Pertemuan Kelurahan
Artikel

Warga LDII Balepanjang Gotong Royong Perbaiki Gedung Pertemuan Kelurahan

by eko nuansa
July 9, 2026
0

Wonogiri (7/7). Warga LDII Kelurahan Balepanjang, Jatipurno bersama masyarakat menggelar gotong royong memperbaiki Gedung Pertemuan Kantor Kelurahan Balepanjang secara swadaya sebagai bentuk...

Read more
LDII Lamongan Terima Sapi Kurban Bantuan dari Bupati
Artikel

LDII Lamongan Terima Sapi Kurban Bantuan dari Bupati

by eko nuansa
July 9, 2026
0

Lamongan (2/7). DPD LDII Lamongan menerima satu ekor sapi kurban bantuan dari Bupati Lamongan, Yuhronur Efendy, menjelang Hari Raya Idul Adha 1447...

Read more

Trending

LDII Lubuk Baja Hadirkan Ulama Ponpes Sumber Barokah Karawang, Bahas Budi Luhur dan Keseimbangan Hidup
Berita Daerah

LDII Lubuk Baja Hadirkan Ulama Ponpes Sumber Barokah Karawang, Bahas Budi Luhur dan Keseimbangan Hidup

53 minutes ago
Kanit Binmas dan Sabhara Polsek Kramatwatu Hadiri Kopdar Senkom Cilegon
Berita Daerah

Kanit Binmas dan Sabhara Polsek Kramatwatu Hadiri Kopdar Senkom Cilegon

1 hour ago
PC LDII Cipondoh Gelar Upacara HUT RI dan Tampilkan Drama Kemerdekaan
Berita Daerah

PC LDII Cipondoh Gelar Upacara HUT RI dan Tampilkan Drama Kemerdekaan

4 hours ago
LDII Kota Tangerang Gelar Pengajian dan Konsolidasi
Berita Daerah

LDII Kota Tangerang Gelar Pengajian dan Konsolidasi

5 hours ago
Gelar Rakorda, LDII Banyuasin Bahas Ketahanan Pangan dan Ekonomi Umat
Berita Daerah

Gelar Rakorda, LDII Banyuasin Bahas Ketahanan Pangan dan Ekonomi Umat

1 day ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

LDII Lubuk Baja Hadirkan Ulama Ponpes Sumber Barokah Karawang, Bahas Budi Luhur dan Keseimbangan Hidup

LDII Lubuk Baja Hadirkan Ulama Ponpes Sumber Barokah Karawang, Bahas Budi Luhur dan Keseimbangan Hidup

September 18, 2026
Kanit Binmas dan Sabhara Polsek Kramatwatu Hadiri Kopdar Senkom Cilegon

Kanit Binmas dan Sabhara Polsek Kramatwatu Hadiri Kopdar Senkom Cilegon

September 18, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In