PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Artikel

Urban Farming, Solusi Ketahanan Pangan Rumah Tangga Perkotaan

in Artikel
399
0
Urban Farming, Solusi Ketahanan Pangan Rumah Tangga Perkotaan

Ilustrasi: Pexels.

555
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Fenomena ‘Urban Farming’ saat ini semakin digemari oleh masyarakat perkotaan karena dinilai sebagai solusi praktis untuk ketahanan pangan keluarga. Tidak lagi terbatas pada pola pertanian konvensional yang membutuhkan lahan luas, urban farming menjadi pilihan yang lebih adaptif dengan gaya hidup perkotaan.

Urban farming adalah praktik bercocok tanam dan beternak yang dilakukan di lingkungan perkotaan. Sistem ini memungkinkan masyarakat perkotaan untuk memanfaatkan lahan terbatas, seperti pekarangan kecil, balkon, atau atap rumah, untuk memproduksi bahan pangan secara mandiri dan lokal. Selain mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan eksternal, urban farming juga berperan dalam meningkatkan keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi jejak karbon yang terkait dengan distribusi makanan.

Konsep urban farming inilah yang tengah dikembangkan oleh Supartini, seorang warga LDII Jakarta Utara, yang berfokus pada solusi ketahanan pangan di tengah kehidupan modern. Bersama keluarganya, Supartini berhasil menyulap rooftop rumahnya seluas 40 meter persegi menjadi lahan pertanian perkotaan. Di sana, ia menanam berbagai jenis tanaman buah, tanaman herbal, dan sayuran secara mandiri.

“Awalnya, saya mulai mengembangkan urban farming saat masa pandemi COVID-19. Saat itu, saya mencoba memanfaatkan atap rumah yang hanya berukuran 5×8 meter untuk menanam bahan pangan,” ucap Supartini.

Meski memiliki latar belakang pendidikan pertanian, Supartini mengakui bahwa tidak semua pengetahuannya dapat langsung diaplikasikan dengan mudah, “Dulunya saya memang sekolah di jurusan pertanian, tapi waktu pertama kali mencoba menanam, saya tetap mengalami banyak kesulitan,” katanya.

Ia kemudian banyak belajar secara otodidak melalui berbagai sumber, dengan berselancar melalui internet. Setelah menghadapi banyak tantangan dan terus berusaha mencari informasi, Supartini akhirnya berhasil, “Setelah berusaha keras, cari informasi ke sana kemari, apa yang saya tanam akhirnya bisa tumbuh dengan baik. Bahkan sekarang saya bisa menanam padi di atap rumah saya menggunakan polybag,” tambahnya.

Di halaman atapnya, Supartini menanam berbagai jenis tanaman seperti ubi, cabai, tanaman rempah, jambu, dan tanaman herbal seperti daun kelor dan daun kedi. Dalam menanam, Supartini menggunakan kompos yang ia buat sendiri dari sisa-sisa dapur rumah tangganya. Dengan metode ini, ia menghindari penggunaan pupuk kimia dan memanfaatkan limbah organik yang ada di rumah. “Saya membuat kompos dari sisa-sisa sayuran, buah, dan bahan makanan lainnya yang tidak terpakai,” jelas Supartini.

Ia menjelaskan lebih lanjut proses yang ia lakukan dalam membuat kompos. Pertama, sisa-sisa sampah rumah tangga seperti sayuran, buah-buahan, dan bahan makanan lainnya dicacah dan dihancurkan. Setelah itu, sampah organik tersebut ia campur dengan pupuk kompos yang sudah jadi, yang dibelinya untuk mempercepat proses dekomposisi. “Setelah saya tambahkan pupuk kompos yang sudah saya beli, saya pastikan semuanya tercampur rata,” ungkapnya.

Supartini juga menggunakan tanah merah sebagai bahan tambahan dalam campuran kompos tersebut. Menurutnya, tanah merah membantu meningkatkan kualitas kompos serta memberikan struktur yang baik bagi tanah tanamannya, “Setelah semuanya tercampur, saya ratakan campuran tersebut di tempat penampungan khusus. Saya juga menampung air hasil dari proses fermentasi kompos ini, yang kemudian bisa digunakan sebagai pupuk cair,” jelasnya.

Menurut Supartini, kunci keberhasilan dalam membuat kompos adalah kesabaran dan ketelatenan. “Banyak orang yang merasa jijik saat berurusan dengan sampah rumah tangga, padahal ini adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Jika tidak sabar dan jijik, ya tidak akan jadi komposnya,” ujarnya.

Baginya, pembuatan kompos sendiri bukan hanya tentang mengurangi limbah, tetapi juga memberikan nutrisi alami bagi tanaman di kebun rumahnya tanpa harus bergantung pada pupuk kimia.

Usai mengembangkan urban farming di rumahnya, Supartini kini merasakan banyak manfaat dari usahanya tersebut. Salah satu perubahan terbesar yang ia alami adalah kemandiriannya dalam hal kebutuhan sayuran sehari-hari. “Yang pasti sekarang saya sudah tidak lagi beli sayuran, seperti daun ubi, bayam, kangkung, daun pepaya, cabai, dan lainnya. Semua sudah tersedia di rumah sendiri,” katanya.

Tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarganya, hasil panen Supartini bahkan cukup melimpah untuk dibagikan kepada tetangga.

Dalam menjalankan kegiatan berkebunnya, Supartini tidak bekerja sendiri. Ia berbagi peran dengan suami dan anaknya. Mereka membagi waktu dan tugas agar urban farming yang mereka jalani berjalan dengan baik. “Kami bagi waktu. Saya yang bertugas menyiram tanaman setiap hari dan memindahkan tanaman yang perlu diperbaiki atau direpot, misalnya ke pot yang lebih besar agar bisa tumbuh subur. Itu tugas saya,” ungkap Supartini.

Bagi mereka, urban farming tidak hanya menjadi solusi untuk pangan, tetapi juga langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan memberdayakan masyarakat melalui praktik sederhana yang bermanfaat. Dengan semakin banyak orang yang tertarik pada praktik ini, urban farming berpotensi menjadi salah satu cara untuk menghadapi tantangan pangan dan lingkungan di masa depan.

Tags: Ketahanan KeluargaUrban Farming

Related Posts

Dua Peran Rulifa Syahroel: Mengabdi sebagai Dokter, Membina Masyarakat Bersama LDII Kepri
Apa Siapa

Dua Peran Rulifa Syahroel: Mengabdi sebagai Dokter, Membina Masyarakat Bersama LDII Kepri

by Nisa
October 24, 2026
0

Menjelang Hari Dokter Nasional 2026, kiprah dr. Rulifa Syahroel menggambarkan bagaimana profesi kedokteran dan kepemimpinan organisasi kemasyarakatan dapat berjalan beriringan dalam mendukung...

Read more
Hadir di Dialog FKUB Banten, LDII Tegaskan Komitmen Kuat Jaga Moderasi Beragama
Artikel

Hadir di Dialog FKUB Banten, LDII Tegaskan Komitmen Kuat Jaga Moderasi Beragama

by eko nuansa
October 10, 2026
0

Serang (8/10). DPW LDII Provinsi Banten menghadiri Dialog Kerukunan Umat Beragama yang diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten bersama...

Read more
Cek Kesehatan Gratis LDII Malang Diminati Warga, Peserta Lampaui Target
Artikel

Cek Kesehatan Gratis LDII Malang Diminati Warga, Peserta Lampaui Target

by eko nuansa
October 10, 2026
0

Malang (8/10). DPD LDII Kabupaten Malang menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dipusatkan di sejumlah titik. Jumlah peserta yang mengikuti layanan...

Read more
LDII: Ancaman Ideologi Kini Bisa Menyusup Lewat Disinformasi Digital
Artikel

LDII: Ancaman Ideologi Kini Bisa Menyusup Lewat Disinformasi Digital

by eko nuansa
October 1, 2026
0

Semarang (30/9). Peringatan peristiwa Gerakan 30 September (G30S/PKI) menjadi momentum bagi DPP LDII untuk mengingatkan masyarakat terhadap perubahan bentuk ancaman ideologi di...

Read more
Ponpes Wali Barokah Dorong Penguatan Ekonomi Syariah di Mataraman
Artikel

Ponpes Wali Barokah Dorong Penguatan Ekonomi Syariah di Mataraman

by eko nuansa
September 12, 2026
0

Kediri (6/9). Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah turut ambil bagian dalam Semarak Ekonomi Syariah Wilayah Mataraman (SYIAR) 2026 yang berlangsung di Balai...

Read more
Sambut HUT ke-81 RI, LDII Gunung Putri Gelar Bakti Sosial Bersihkan Lingkungan
Artikel

Sambut HUT ke-81 RI, LDII Gunung Putri Gelar Bakti Sosial Bersihkan Lingkungan

by eko nuansa
August 20, 2026
0

Gunung Putri (14/8). Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ratusan warga LDII Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten...

Read more

Trending

LDII Pemalang Sosialisasikan Pesantren Ramah Anak Cegah Perundungan
Berita Daerah

LDII Pemalang Sosialisasikan Pesantren Ramah Anak Cegah Perundungan

2 days ago
Sako SPN Gelar Kemah Santri, Kanwil Kemenag dan Kwarda DIY Perkuat Pembinaan
Berita Daerah

Sako SPN Gelar Kemah Santri, Kanwil Kemenag dan Kwarda DIY Perkuat Pembinaan

2 days ago
Pererat Silaturahmi, LDII Inauga Gelar Family Gathering
Berita Daerah

Pererat Silaturahmi, LDII Inauga Gelar Family Gathering

2 days ago
Momen Upacara HSN di Ponpes Wali Barokah Kota Kediri, Berikut Pesan untuk Santri
Berita Daerah

Momen Upacara HSN di Ponpes Wali Barokah Kota Kediri, Berikut Pesan untuk Santri

2 days ago
Resmi Dikukuhkan, Pengurus Persinas ASAD Kota Cilegon Siap Cetak Atlet Pencak Silat Berprestasi
Berita Daerah

Resmi Dikukuhkan, Pengurus Persinas ASAD Kota Cilegon Siap Cetak Atlet Pencak Silat Berprestasi

4 days ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

LDII Pemalang Sosialisasikan Pesantren Ramah Anak Cegah Perundungan

LDII Pemalang Sosialisasikan Pesantren Ramah Anak Cegah Perundungan

October 27, 2026
Sako SPN Gelar Kemah Santri, Kanwil Kemenag dan Kwarda DIY Perkuat Pembinaan

Sako SPN Gelar Kemah Santri, Kanwil Kemenag dan Kwarda DIY Perkuat Pembinaan

October 27, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In