Kediri (29/3). Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kota Kediri menggelar Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H pada Sabtu (21/3/2026). Kegiatan itu diikuti ribuah jamaah yang terdiri para ulama, pengurus, para santri dan warga sekitar ponpes tersebut.
“Penting mempertahankan kualitas ibadah dan akhlak yang telah ditempa selama bulan suci. Hakikat puasa bukan sekadar menahan lapar, melainkan transformasi moral,” ungkap ustadz KH Sabela Rosyada
Ia mengutip hadis riwayat Bukhari menerangkan, “Barang siapa yang tidak mau meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak berkehendak memberinya pahala walaupun dia meninggalkan makan dan minumnya.”
“Jangan lupa untuk meraih 5 Sukses Ramadan secara berkelanjutan, yakni sukses puasa, tarawih, tadarus, lailatul qodar, dan zakat fitrah. Hikmah besar dari perjuangan ini adalah tumbuhnya kesungguhan, kesabaran, kedisiplinan, serta empati yang jauh dari penyakit hati seperti sombong dan dengki,” tambahnya.
Sementara itu Wakil Ketua Ponpes Wali Barokah, Agung Riyanto, membacakan sambutan tertulis dari Ketua Pondok. Dalam pesannya ia menyampaikan rasa syukur atas situasi kamtibmas yang kondusif. Ia juga menekankan pentingnya peran santri dan warga pesantren dalam mendukung program pemerintah, baik di tingkat lokal maupun nasional.
“Sebagai warga negara yang baik, kita wajib memberikan kontribusi nyata. Khususnya di Kota Kediri, mari kita dukung visi MAPAN (Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni) yang menjadi arah pembangunan lima tahun ke depan,” tuturnya.
Ia juga menyoroti tantangan era digital dan mendukung penuh regulasi terbaru pemerintah terkait perlindungan anak di dunia maya.

“Dalam era disrupsi informasi ini, kami mengajak seluruh warga untuk menyikapi teknologi secara bijak. Kita harus mampu memilah informasi yang bermanfaat dan menjauhi penyebaran berita bohong atau hoaks, fitnah, serta ujaran kebencian berbau SARA yang dapat memecah belah kerukunan,” tegasnya.
Ia menyatakan dukungan penuh pesantren terhadap regulasi terbaru pemerintah. Yaitu implementasi PP No. 17 Tahun 2025 dan Permenkomdigi No. 6 Tahun 2026 mengenai pembatasan penggunaan gadget bagi anak di bawah 16 tahun. Menurutnya ini merupakan langkah strategis untuk melindungi mental dan tumbuh kembang generasi penerus kita.
“Komitmen kami adalah mempersiapkan generasi yang tidak hanya mumpuni secara intelektual dan menguasai ilmu dunia, tetapi juga kuat secara spiritual dengan pemahaman agama yang mendalam, serta mampu mengimplementasikan 29 karakter luhur dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Ia mengajak jemaah memanfaatkan momentum lebaran untuk memperkuat ikatan kebangsaan. Menurutmya momen Idul Fitri ini menjadi sarana mempererat silaturahim demi memperkokoh persatuan bangsa.
“Selain itu, bagi yang tidak memiliki halangan, mari kita sempurnakan kemenangan ini dengan menjalankan puasa sunah enam hari di bulan Syawal, sebagaimana tuntunan Rasulullah SAW agar kita mendapatkan pahala setahun penuh. Semoga Hari Raya Idul Fitri 1447 H ini meningkatkan Ukhuwah Islamiyah, Basyariah, dan Wathoniyah kita menuju NKRI yang maju, aman, dan diridhai Allah SWT,” tutupnya.














