Solok (15/10). LDII Sumbar Korda II Sawahlunto menggelar pengajian bagi remaja putri bertema “Princess Anti Stunting, Cantik, Cerdas, Sehat dan Bergizi”, Minggu (11/10/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Baitul Makmur, Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, Sumatera Barat.
Acara tersebut menghadirkan Meyfiana Aisyah Mashoed, seorang dokter muda kelahiran tahun 2000 yang juga merupakan generus LDII. Sebagai narasumber utama, dokter Gen Z itu memberikan edukasi kesehatan dan gizi kepada sesama generasi muda sebagai bekal untuk mempersiapkan kehidupan berkeluarga.
Meyfiana mengatakan pemahaman mengenai stunting perlu diberikan sejak usia remaja sebagai langkah pencegahan masalah gizi pada anak. Menurutnya, remaja putri memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan gizi sebelum memasuki masa pernikahan dan kehamilan.
“Peran remaja putri dalam pencegahan stunting bertujuan agar remaja putri bisa mempersiapkan diri dan menjaga kesehatannya agar menjadi calon ibu yang sehat sehingga anaknya tidak mengalami stunting,” jelas Meyfiana.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak yang berkaitan dengan kekurangan gizi kronis dan sejumlah faktor kesehatan lainnya.
“Secara antropometri, stunting ditandai dengan panjang atau tinggi badan menurut usia berada di bawah minus dua standar deviasi (-2 SD) berdasarkan standar pertumbuhan anak,” jelasnya.
Meyfiana juga menguraikan beberapa faktor risiko stunting, mulai dari kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang, gangguan kesehatan anak, hingga kondisi gizi ibu yang kurang baik sejak remaja, termasuk anemia.
“Selain itu, stunting juga dapat berkaitan dengan gangguan perkembangan anak, termasuk kemampuan belajar dan berkonsentrasi,” tambahnya.
Sebagai upaya pencegahan, ia mengajak peserta untuk membiasakan pola makan bergizi seimbang, mencegah anemia melalui konsumsi Tablet Tambah Darah sesuai anjuran, menjaga kesehatan reproduksi, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
“Dengan asupan gizi yang cukup dan seimbang, mencegah anemia dengan cara minum Tablet Tambah Darah, menjaga kesehatan reproduksi, dan menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat, insya Allah kita dapat melahirkan generasi sehat dan bebas stunting,” ujarnya.

Dewan Penasihat LDII Solok, Ahmad Sudarno, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya LDII dalam membantu remaja putri mempersiapkan kondisi fisik dan mental sebelum menjalani kehidupan pernikahan.
“Melalui kegiatan ini, Forum Komunikasi Kesehatan Islam (FKKI) memberikan pembekalan kepada remaja putri, terutama calon ibu yang nantinya akan menikah dan memiliki keturunan. Dengan pembekalan ini, mereka sudah diberikan persiapan awal untuk menjaga pola hidup sehat sejak usia remaja sehingga menekan kemungkinan lahirnya generasi stunting,” katanya.
Ahmad juga berharap para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus meningkatkan kekompakan dan komunikasi antarkomunitas remaja putri LDII.
Melalui kegiatan tersebut, LDII Solok berupaya meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai kesehatan, gizi, dan agama. Keterlibatan Meyfiana sebagai narasumber menjadi bagian dari kontribusi generasi muda dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya terkait pencegahan stunting sejak dini.








