Sarolangun (16/10). Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Sarolangun, Hariyono, menekankan pentingnya koordinasi antara pengurus Penggerak Pembina Generus (PPG) dan orang tua dalam menangani persoalan kenakalan remaja. Hal tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) pengurus PPG LDII Sarolangun yang digelar di Kecamatan Mandi Angin, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, Sabtu (10/10/2026).
Hariyono mengatakan pengurus PPG, khususnya Bidang Bimbingan dan Konseling (BK), perlu meningkatkan peran dalam mendampingi generasi muda yang menghadapi persoalan perilaku dan pergaulan. Menurutnya, penanganan kenakalan remaja membutuhkan kerja sama dan tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan.
“Laksanakan tugas kepengurusan yang sudah diberikan dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Utamanya berkaitan dengan kenakalan remaja, bidang konseling supaya lebih intens dalam menghadapinya dan ikut memberikan solusi,” ujar Hariyono.
Ia menjelaskan, persoalan yang dihadapi remaja perlu dibahas melalui koordinasi dan pertukaran informasi antarpengurus. Dengan demikian, langkah pendampingan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing anak.

Selain persoalan pergaulan, Hariyono menyoroti penggunaan gawai dan perkembangan teknologi digital yang dinilainya turut memengaruhi perilaku generasi muda. Ia mengingatkan orang tua agar lebih aktif mendampingi anak dalam menggunakan perangkat digital.
“Pengaruh teknologi yang saat ini sangat pesat menjadikan anak-anak kita susah dalam penggunaan gawai. Maka setiap unsur, utamanya orang tua, harus lebih jeli dan selalu memberikan nasihat kepada anak-anak tentang bahaya gawai itu sendiri,” katanya.
Hariyono juga meminta pengurus PPG dan orang tua membangun komunikasi yang terbuka ketika menghadapi persoalan pembinaan anak. Menurutnya, sikap saling menyalahkan perlu dihindari agar penyelesaian masalah dapat dilakukan secara bersama.
“Pengurus dan orang tua harus saling berkoordinasi tentang kenakalan remaja ini. Jangan saling menyalahkan dan harus saling jujur, sehingga tidak lari ke mana-mana,” ujarnya.
Ia berharap hasil FGD tersebut dapat ditindaklanjuti melalui langkah pembinaan dan pendampingan yang lebih terarah, terutama dalam memperkuat peran konseling serta kerja sama dengan orang tua.
Melalui forum tersebut, pengurus PPG LDII Sarolangun didorong untuk meningkatkan koordinasi dalam menghadapi persoalan generasi muda, baik yang berkaitan dengan pergaulan maupun penggunaan teknologi digital.














