PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Nasional

LDII : “Indonesia Harus Mandiri dan Swasembada Pangan!”

in Nasional
379
1
561
SHARES
2.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (23/5) – Wabah virus corona belum juga usai, belum ada yang bisa mengetahui secara persis kapan pandemi virus corona ini akan berakhir. Selain masalah kesehatan, masalah lain muncul, yaitu pangan. Hal ini membuat sejumlah negara di dunia mulai memproteksi ketersediaan pangan mereka dengan mengurangi ekspor. Bagaimana di negeri kita Indonesia? Hal ini menjadi bahasan DPP LDII dalam acara “Silaturahim dan Buka Puasa Bersama Wartawan” yang diselenggarakan di Kantor DPP LDII, Patal Senayan.

Ketua DPP LDII Prasetyo Sunaryo yang menjadi narasumber, membuka dengan sebuah pernyataan, “Dalam sejarah, nenek moyang bangsa Indonesia tidak pernah mengimpor bahan pangan, bahkan sebaliknya.”

“Sejak zaman Sriwijaya, Majapahit, Demak, dan kerajaan-kerajaan lainnya, belum pernah Indonesia mengimpor. Justru kerajaan-kerajaan itu mengekspor beras ke mancanegara,” ujar Prasetyo Sunaryo dalam konferensi pers terkait ketahanan pangan, Rabu (20/5/2020). Pemerintah Indonesia sering melakukan impor bahan pangan yang membuat petani terpukul saat memasuki masa panen. Itu baru salah satu dari rentetan permasalahan yang dihadapi petani. Seolah-olah petani Indonesia terjajah di tanah sendiri. Ketahanan pangan sangat bergantung dari pemerintah sebagai regulator. Bahkan pangan bisa dijadikan alat diplomasi selain air dan energi. Dengan demikian penguasaan pangan merupakan hal yang penting dalam geopolitik.

Di sisi lain petani harus selalu kreatif dan inovatif untuk meningkatkan produksi pertanian. Maka, DPP LDII mengusulkan 3 hal. Pertama soal perlindungan petani. Petani-petani kita, seperti yang dikatakan Prasetyo Sunaryo, sulit dan takut untuk melakukan inovasi karena tersandera regulasi dan birokrasi yang kurang mendukung inovasi. Prasetyo Sunaryo berujar bila temuan bibit atau pupuk, bahkan juga obat pada tanaman, bila dilakukan oleh individu atau sekelompok petani, tidak harus dihadapkan pada birokrasi dan hukum. Bahkan bila perlu, pemerintah bisa memberi izin produk bibit dari petani. Dengan membantu riset dan hak intelektual. “Dengan begitu, petani bisa menjadi subjek dan negara melakukan proteksi,” ujarnya Prasetyo mengingatkan.

Ketahanan pangan justru tak tercipta ketika pemerintah menekan kreativitas, atau lebih mementingkan tanaman tertentu. “Kita bisa berpaling ke sejarah, titik mula kekurangan pangan di Pulau Jawa, ketika Belanda menerapkan sistem tanam paksa, yang menyebabkan sawah-sawah berubah menjadi tanaman tebu, hanya untuk mengisi kekosongan kas akibat Perang Jawa,” imbuh Prasetyo Sunaryo.

Usulan kedua DPP LDII selanjutnya adalah petani harus memiliki akses pembiayaan yang mudah dan transparan agar petani bisa berinovasi. Prasetyo Sunaryo kemudian membandingkan dengan negara-negara lain. “Kenapa Amerika dan Uni Erpoa memberikan subisidi yang besar kepada petani 30 milyar Euro atau US$ 20 milyar per tahun? Mereka menanamkan suatu nilai bahwa seseorang untuk memanen harus menanam dulu, itu merupakan filosofi yang ditanamkan sejak generasinya,” ujarnya. Jadi petani sekarang harus diberikan saluran kredit yang jelas dan kreatifitasnya harus dilindungi. Lembaga yang menaungi petani harus dihidupkan kembali seperti BULOG dan BRI, sehingga petani memiliki rasa aman tenang.

Usulan ketiga adalah petani harus memiliki lembaga pemasaran yang terintegrasi. ketika hendak menjual komoditas, petani saat ini tersandera oleh pasar. Harga komoditas menjadi tidak pasti ketika dikuasai oleh mafia pangan. Sehingga ada istilah “Walau harga naik, petani tetap tidak sejahtera”. Kejadian di lapangan, petani tidak ada jalur untuk menjual hasil pertanianya selain ke tengkulak kecil, untuk kemudian dijual ke tengkulak yang lebih besar. “Maka petani harus diberdayakan. Indonesia harus memiliki mekanisme distribusi pangan yang merata. Seperti Jawa timur di Malang, Brastagi di Sumatera. Kita juga tingkatkan konsumsi sayur mayur dan buah buahan dari 170 gram menjadi 400 gram per hari,” ujar Prasetyo Sunaryo.

DPP LDII berharap, ketahanan pangan ini menjadi fokus perhatian pemerintah. Indonesia harus bisa mandiri dan swasembada pangan, jangan sampai hanya mahir memanajemen impor pangan.    [lines/d86]

Tags: CoronaCovid-19DPP LDIILDIILembaga Dakwah Islam IndonesiaPanganPetaniSwasembada

Related Posts

MoU Kemenbud-LDII untuk Pemajuan Budaya Berbasis Keagamaan dan Pembangunan Museum
Nasional

MoU Kemenbud-LDII untuk Pemajuan Budaya Berbasis Keagamaan dan Pembangunan Museum

by admin
April 9, 2026
0

Jakarta (9/4). Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon mengapresiasi tema pembahasan Musyawarah Nasional (Munas) X DPP LDII yang mengangkat isu geopolitik dan ketahanan...

Read more
Ponpes Gadingmangu Dukung Visi Dirjen Polpum Kemendagri dalam Munas X LDII
Nasional

Ponpes Gadingmangu Dukung Visi Dirjen Polpum Kemendagri dalam Munas X LDII

by admin
April 9, 2026
0

Jakarta (9/4). Sekretaris Pondok Pesantren (Ponpes) Gadingmangu, Nurul Firdaus, menyatakan dukungannya terhadap visi yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum...

Read more
Ponpes Gadingmangu Siap Perkuat Swasembada dan Moderasi Beragama
Nasional

Ponpes Gadingmangu Siap Perkuat Swasembada dan Moderasi Beragama

by admin
April 9, 2026
0

Jakarta (9/4). Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, memberikan sambutan dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-X Lembaga Dakwah Islam Indonesia yang...

Read more
jombang munas
Nasional

Ponpes Gadingmangu Hadiri Munas X LDII, Dukung Program Kerja Organisasi

by admin
April 9, 2026
0

Jakarta (9/4). Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) X LDII. Kegiatan yang berlangsung pada 7-9...

Read more
walibarokah
Nasional

FKUB Kota Kediri Lintas Agama Kunjungi Ponpes Wali Barokah

by admin
March 29, 2026
0

Kediri (29/3). Jajaran pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kediri berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah. Mereka memanfaatkan momen Idul...

Read more
solat eid wali barokah
Nasional

Pesan Moral Salat Idul Fitri dari Ponpes Wali Barokah: Tekunkan Ibadah dan Perkuat Ukhuwah

by admin
March 29, 2026
0

Kediri (29/3). Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kota Kediri menggelar Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H pada Sabtu (21/3/2026). Kegiatan itu...

Read more

Trending

LDII Siap Dukung Pemerintah Entaskan Kemiskinan Sektor Pangan
Berita Kegiatan

LDII Siap Dukung Pemerintah Entaskan Kemiskinan Sektor Pangan

5 hours ago
Pascamunas, LDII Ajukan 8 Desa Binaan Tematik ke Kemendes PDT
Berita Kegiatan

Pascamunas, LDII Ajukan 8 Desa Binaan Tematik ke Kemendes PDT

1 day ago
PC LDII Cikalong Wetan Hadiri Halal Bihalal MUI Kecamatan
Lintas Daerah

PC LDII Cikalong Wetan Hadiri Halal Bihalal MUI Kecamatan

7 days ago
Pengurus LDII Tabanan Silaturahim dengan Ketua PC NU Bahas Sinergi Lanjutan
Lintas Daerah

Pengurus LDII Tabanan Silaturahim dengan Ketua PC NU Bahas Sinergi Lanjutan

7 days ago
Cetak Jurnalis Muda, LDII Pesawaran Helat Pelatihan Jurnalistik
Lintas Daerah

Cetak Jurnalis Muda, LDII Pesawaran Helat Pelatihan Jurnalistik

2 weeks ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

LDII Siap Dukung Pemerintah Entaskan Kemiskinan Sektor Pangan

LDII Siap Dukung Pemerintah Entaskan Kemiskinan Sektor Pangan

April 29, 2026
Pascamunas, LDII Ajukan 8 Desa Binaan Tematik ke Kemendes PDT

Pascamunas, LDII Ajukan 8 Desa Binaan Tematik ke Kemendes PDT

April 28, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In