Manokwari (20/6) – DPW LDII Provinsi Papua Barat bersama Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan Kabupaten Manokwari, serta dosen dan mahasiswa Universitas Papua (UNIPA) dan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari, melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap sembilan ekor sapi kurban. Salah satu sapi tersebut merupakan bantuan dari Bupati Manokwari.
Pengawasan serta pemeriksaan dilakukan pada pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Masjid Al-Mubarok, Manokwari, Papua Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat serta daging yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Petugas Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan Kabupaten Manokwari, Majanto, menjelaskan bahwa pemeriksaan hewan kurban sangat penting untuk menjamin kualitas dan keamanan daging.
“Pemeriksaan dilakukan melalui dua tahapan, yaitu antemortem (sebelum penyembelihan) dan postmortem (setelah penyembelihan). Selain itu, kami juga memastikan proses penyembelihan sesuai dengan ketentuan syariat Islam,” ujar Majanto.
Ia menjelaskan, pemeriksaan antemortem dilakukan sehari sebelum penyembelihan, meliputi kondisi fisik hewan, seperti ukuran tubuh, kondisi mata, hidung, mulut, kulit, serta kebersihan anus. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit dan memastikan hewan tidak memiliki cacat yang dapat memengaruhi kelayakannya sebagai hewan kurban.
Sementara itu, pemeriksaan postmortem dilakukan setelah penyembelihan untuk mendeteksi penyakit yang tidak terlihat dari pemeriksaan luar. Pemeriksaan meliputi karkas atau daging beserta tulang, serta organ dalam seperti hati, jantung, limpa, paru-paru, usus, dan lambung.
Ketua DPW LDII Provinsi Papua Barat, H. Suroto, yang turut mendampingi proses pemeriksaan, mengapresiasi dukungan dan perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari dalam menjamin kesehatan hewan kurban dan keamanan daging yang akan dibagikan kepada masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, Dinas Peternakan, serta seluruh tim kesehatan hewan yang telah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Dengan adanya pengawasan ini, masyarakat dapat menerima daging kurban yang aman, sehat, dan layak dikonsumsi,” ujarnya.








