PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Headlines

Ketum DPP LDII: Jadi Wilayah Paling Strategis, Bangsa Indonesia Harus Selalu Siap Bela Negara

in Headlines, Nasional
379
0
Ketum DPP LDII: Jadi Wilayah Paling Strategis, Bangsa Indonesia Harus Selalu Siap Bela Negara

Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso saat memimpin Rakornas LDII. Foto: LINES.

555
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (19/12). Bela negara terus digelorakan, bukan hanya memperingati deklarasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang terjadi pada 19 Desember 1948 di Sumatera Barat akibat agresi militer Belanda kedua. Namun juga, ancaman, tantangan, hambatan, gangguan dan bahkan perang di abad 21 sangat multidimensi yang membutuhkan pemikiran dan solusi untuk menang.

Menurut Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso, peribahasa Latin si vis pacem, para bellum yang artinya “jika kamu menginginkan perdamaian, bersiaplah untuk perang”. “Inilah ungkapan yang memiliki pesan mendalam terutama bagi kalangan militer. Namun hari ini, perang bisa berupa ekonomi, pangan, sanksi, hingga perang secara fisik. Semuanya butuh ketahanan dan penjagaan kedaulatan untuk persiapan menghadapi perang,” papar KH Chriswanto.

Bangsa Indonesia harus menyadari bahwa negeri ini berada di jalur perdagangan dunia, yang menghubungkan negara-negara Asia, Eropa, dengan Australia. Lautnya merupakan jalur perdagangan strategis, “Tanah kita yang kaya, lokasinya yang strategis di wilayah belahan bumi Selatan. Sejak ratusan tahun lalu selalu menjadi rebutan bangsa-bangsa imperalis,” imbuhnya.

KH Chriswanto juga mengingatkan, saat Donald Trump dilantik menjadi presiden Amerika Serikat, Indonesia akan merasakan imbas perang dagang Amerika dan China. Selain itu, perubahan iklim yang mengakibatkan krisis pangan, menciptakan tantangan tersendiri di bidang ekonomi dan pangan, “Ini juga membutuhkan upaya, seperti kebijakan pemerintah Presiden Prabowo untuk mengembangkan Food Estate, pusat pangan terpadu yang mencakup pertanian, perkebunan, dan peternakan,” tutur KH Chriswanto.

Food Estate ditujukan untuk meningkatkan produksi pangan nasional, menjaga ketahanan pangan, dan mengurangi ketergantungan pada produk impor, “Dengan menjaga kedaulatan pangan, bisa menjamin kemakmuran sekaligus menjadikan Indonesia berwibawa di panggung internasional dalam menjaga perdamaian dan ketertiban dunia,” paparnya.

Melihat tantangan global tersebut, menurut KH Chriwanto tema Hari Bela Negara “Gelorakan Bela Negara untuk Indonesia Maju”, dari Kementerian Pertahanan sangat tepat. Mengingat bangsa Indonesia harus tetap waspada dengan perang-perang nonkonvensional yang mampu merusak bangsa dan negara, tanpa letupan senjata.

Ia mengingatkan generasi muda adalah kelompok rentan, yang apabila tidak memiliki nasionalisme, patriotisme, memahami nilai-nilai luhur Pancasila dan agama, hanya akan jadi korban perang ideologi, “Yang hari ini pengaruh-pengaruh yang bertentangan dengan Pancasila sangat mudah ditemui di media sosial,” tegasnya.

Dengan merusak moral anak-anak muda, negara lain akan diuntungkan ekonominya karena budaya konsumerisme menyusup ke dalam prilaku generasi muda, “Mereka juga semakin lemah mentalnya, karena gaya hidup hedonisme yang beriringan dengan sifat konsumerisme tersebut. Akibatnya triliunan uang rakyat Indonesia terbang ke luar negeri karena tingginya arus barang impor,” papar KH Chriswanto.

Prof. Singgih, Ketua DPW LDII Jawa Tengah. Foto: LINES

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro, Singgih Tri Sulistiyono, mengingatkan pentingnya mengenang Peristiwa Agresi Militer Belanda II yang terjadi pada 19 Desember 1948. Peristiwa ini menjadi tonggak sejarah perjuangan bangsa dalam mempertahankan NKRI yang baru berdiri tiga tahun sebelumnya.

“Belanda ingin menunjukkan bahwa Proklamasi Indonesia hanya ulah kaum ekstrimis, menurut perspektif mereka. Namun, bangsa Indonesia telah sepakat untuk mempertahankan kemerdekaannya. Agresi ini justru menjadi momentum bagi rakyat untuk bersatu padu membela negara,” jelas Singgih.

Singgih menekankan bahwa istilah bela negara dalam bahasa Jawa, yang dapat diartikan sebagai ‘melu hangrungkebi’. Istilah ini menggambarkan semangat untuk ikut membela dan mempertahankan apa yang telah menjadi hak dan milik bangsa, “Ketika Belanda berusaha kembali merebut Indonesia melalui pemerintahan NICA, itulah saatnya bangsa Indonesia bersatu untuk membela negara dan menjaga kemerdekaannya dengan segenap kekuatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Singgih menyatakan bahwa tantangan terbesar bagi bangsa Indonesia adalah kesadaran terhadap cinta tanah air dan nasionalisme, “Semangat bela negara akan memudar jika kita tidak menanamkan kesadaran ini kepada generasi muda. Cinta tanah air, nasionalisme, dan patriotisme adalah kunci untuk menjaga keutuhan NKRI. Tanpa kesadaran tersebut, kita akan kehilangan semangat untuk membela negara,” ujarnya

Ia menegaskan bahwa semangat bela negara harus tetap hidup, meskipun tantangan yang dihadapi kini lebih kompleks dan multidimensi, “Tantangan terbesar adalah kesadaran terhadap cinta tanah air dan nasionalisme. Jika ini luntur, maka semangat bela negara akan memudar,” tuturnya.

Untuk itu, ia menekankan penanaman nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda sangat penting, terutama di era digital saat ini, di mana tantangan terhadap ideologi dan budaya semakin besar, “Generasi tua harus menjadi teladan bagi generasi muda dalam mencintai bangsa dan negara. Melalui sosialisasi dan enkulturasi nilai-nilai kebangsaan, kita dapat memastikan bahwa semangat bela negara tetap hidup dan diteruskan oleh generasi mendatang,” pungkasnya.

Tags: Hari Bela Negara

Related Posts

DPP LDII: Santri Harus Unggul dalam Agama, Berkarakter, dan Mandiri
Berita Daerah

DPP LDII: Santri Harus Unggul dalam Agama, Berkarakter, dan Mandiri

by eko nuansa
October 22, 2026
0

Jakarta (22/10). Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Santri...

Read more
Epidemiolog Dicky Budiman: Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan Paru dan Jantung
Berita Daerah

Epidemiolog Dicky Budiman: Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan Paru dan Jantung

by eko nuansa
October 20, 2026
0

Jakarta (20/10) – Paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar mengganggu pernapasan. Jika berlangsung dalam waktu lama, asap...

Read more
LDII Berharap Muktamar ke-35 NU Rumuskan Solusi Persoalan Kebangsaan
Berita Daerah

LDII: Karhutla Ancam Ekosistem dan Kesehatan, Penanganan Harus Terintegrasi

by eko nuansa
October 14, 2026
0

Jakarta (14/10) — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia, mulai dari Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, hingga Papua, tidak hanya...

Read more
LDII: Ancaman Ideologi Kini Bisa Menyusup Lewat Disinformasi Digital
Artikel

LDII: Ancaman Ideologi Kini Bisa Menyusup Lewat Disinformasi Digital

by eko nuansa
October 1, 2026
0

Semarang (30/9). Peringatan peristiwa Gerakan 30 September (G30S/PKI) menjadi momentum bagi DPP LDII untuk mengingatkan masyarakat terhadap perubahan bentuk ancaman ideologi di...

Read more
Hadiri HUT ke-28 PAN, LDII Dorong Kolaborasi untuk Kesejahteraan Bangsa
Berita Daerah

Hadiri HUT ke-28 PAN, LDII Dorong Kolaborasi untuk Kesejahteraan Bangsa

by eko nuansa
September 22, 2026
0

Jakarta (22/9) – DPP LDII menegaskan pentingnya kolaborasi lintas elemen bangsa dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan Ketua Umum DPP LDII...

Read more
DPP LDII Dorong Masjid Jadi “Bank Air” Hadapi Kemarau Panjang
Berita Daerah

DPP LDII Dorong Masjid Jadi “Bank Air” Hadapi Kemarau Panjang

by eko nuansa
September 15, 2026
0

Jakarta (15/9). Menghadapi kemarau panjang yang berdampak pada ketersediaan air bersih, pertanian, dan meningkatnya risiko kebakaran, DPP LDII mendorong masyarakat memperkuat ketahanan...

Read more

Trending

DPP LDII: Santri Harus Unggul dalam Agama, Berkarakter, dan Mandiri
Berita Daerah

DPP LDII: Santri Harus Unggul dalam Agama, Berkarakter, dan Mandiri

6 hours ago
Tiga Santri TPQ Al Fatah Magelang Raih Prestasi MAPSI
Berita Daerah

Tiga Santri TPQ Al Fatah Magelang Raih Prestasi MAPSI

2 days ago
LDII Gunungkidul Dukung Sinergi Forkopimda dan MUI Jaga Kerukunan
Berita Daerah

LDII Gunungkidul Dukung Sinergi Forkopimda dan MUI Jaga Kerukunan

2 days ago
LDII Kemang Menggelar Pengajian Hypnoparenting, Tekankan Ketenangan Orang Tua dalam Asuh Anak
Berita Daerah

LDII Kemang Menggelar Pengajian Hypnoparenting, Tekankan Ketenangan Orang Tua dalam Asuh Anak

2 days ago
LDII Muaro Jambi Ikuti Diklat Kesekretariatan dan Protokoler, Tingkatkan Kompetensi Pengurus
Berita Daerah

LDII Muaro Jambi Ikuti Diklat Kesekretariatan dan Protokoler, Tingkatkan Kompetensi Pengurus

2 days ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

DPP LDII: Santri Harus Unggul dalam Agama, Berkarakter, dan Mandiri

DPP LDII: Santri Harus Unggul dalam Agama, Berkarakter, dan Mandiri

October 22, 2026
Tiga Santri TPQ Al Fatah Magelang Raih Prestasi MAPSI

Tiga Santri TPQ Al Fatah Magelang Raih Prestasi MAPSI

October 20, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In