Jakarta (9/1). Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) bidang Penegakan Keadilan dan Rekonsiliasi, Irjen Pol (Purn) R. Ahmad Nurwahid, berkunjung ke Kantor DPP LDII Jakarta. Kunjungan tersebut dilaksanakan pada Jumat (9/1/2025).
Ahmad Nurwahid menjelaskan, kunjungan tersebut karena adanya kesamaan persepsi dan tujuan. Hal itu terkait penguatan sumberdaya manusia dan peran organisasi kemasyarakatan (Ormas) dalam pembangunan nasional.
“Ini kunjungan informal, tetapi karena sudah ada satu persepsi, kesannya menjadi seperti formal. Alhamdulillah saya bisa berkunjung ke LDII,” ujarnya.
Ia menegaskan, kunjungan ini juga merupakan bagian dari tugas Kemenko PMK dalam upaya membangun SDM unggul, sejalan dengan program-program strategis pemerintah.
“Sejumlah program yang dicanangkan Kemenko PMK ternyata telah diimplementasikan oleh LDII di lapangan, sehingga tinggal memperkuat aspek sinergi dan kolaborasi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mantan Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI itu menyoroti pentingnya inklusivitas, terutama dalam komunikasi sosial. Ia mengakui, di ruang publik masih terdapat stigma negatif terhadap LDII yang membutuhkan pendekatan sosialisasi yang berkelanjutan.
“Di luar sana masih ada stigma yang berkembang. Karena itu, diperlukan upaya membangun inklusivitas dan komunikasi sosial yang lebih optimal, apalagi di era digital,” ungkapnya.
Dalam perspektif teori sosial, tambahnya, perubahan terhadap tatanan sosial yang sudah mengakar membutuhkan waktu panjang. Namun, melalui pendekatan yang terukur dan inklusif, proses tersebut dapat dipercepat tanpa menimbulkan gesekan sosial.
Dia juga menekankan pentingnya membangun paradigma yang meniadakan dikotomi antara keagamaan dan kebangsaan. Menurutnya, nilai-nilai agama sejatinya mengandung semangat kebangsaan yang dapat memperkuat persatuan di tengah pluralitas masyarakat Indonesia.
“Ketika kita bicara agama, di dalamnya juga termasuk kebangsaan. Inilah yang membuat bangsa Indonesia tetap inklusif di tengah keberagaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan berlandaskan Pancasila, silaturahim, dan sinergi seluruh elemen bangsa, Indonesia memiliki modal kuat untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, terutama dengan peran aktif generasi muda.
Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menyambut baik kunjungan Staf Khusus Menko PMK tersebut. Ia menilai, kehadiran perwakilan pemerintah ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara LDII sebagai kekuatan sosial masyarakat dengan pemegang otoritas negara.
“Kami adalah kekuatan sosial yang perlu bergandengan tangan dengan pemilik otoritas. Sinergi ini penting agar pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Ia berharap kunjungan ini menjadi awal kerja sama berkelanjutan, termasuk dalam program pembinaan kebangsaan dan penguatan wawasan nasional, seperti Sekolah Virtual Kebangsaan yang selama ini telah melibatkan berbagai lembaga negara.
“Kami sepakat untuk terus memperkuat sinergi demi pembangunan sumber daya manusia yang inklusif, berkeadilan, dan berkarakter kebangsaan,” tutupnya.














