Jombang (17/3). Rombongan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama jajaran One Pesantren One Product (OPOP) Jember berkunjung ke Pondok Pesantren Gadingmangu, Jombang, Jawa Timur pada Minggu (15/02/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkokoh jejaring kemandirian ekonomi dan spiritualitas berbasis pesantren.
Rombongan yang hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Misbahus Salam dari LazizNU PBNU, Ketua OPOP Jember Imam Bukhori, serta Ketua LPPENU PCNU Jember, Imron Pribadi. Kehadiran para tokoh ini disambut hangat oleh keluarga besar Ponpes Gadingmangu. Kunjungan ini tidak hanya bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan, tetapi juga sebagai ruang pertukaran gagasan terkait pengembangan tata kelola pesantren di era modern.
Dalam kesempatan tersebut, Misbahus Salam membagikan refleksi mendalam mengenai esensi kehidupan di lingkungan pesantren. Menurutnya, bermalam di Pondok Pesantren Gadingmangu memberikan pengalaman batin yang jauh lebih besar daripada sekadar menginap secara fisik. Ia menekankan bahwa atmosfer di Pondok Pesantren Gadingmangu untuk menyelami nilai-nilai kedisiplinan, kesederhanaan, dan ketaatan yang kini mulai luntur di tengah hiruk-pikuk dunia luar.
“Waktu terasa lebih teratur di sini. Mulai dari jam istirahat, bangun malam untuk beribadah, hingga pelaksanaan shalat berjamaah, semuanya menjadi rutinitas yang sarat akan makna,” ujar Misbahus Salam.
Ia menambahkan bahwa pola hidup terjadwal tersebut merupakan kunci utama dalam membentuk karakter seseorang. Baginya, keberkahan hidup sering kali lahir dari keteraturan dan keikhlasan yang dipraktikkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Menanggapi kunjungan tersebut, Humas Pondok Pesantren Gadingmangu, Widodo, menyatakan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran rombongan dari PBNU dan OPOP Jember. Pihaknya mengaku sangat senang dan terbuka menerima kunjungan ini sebagai bagian dari upaya membangun sinergi antarumat. Keterbukaan ini diharapkan dapat membuka pintu kerja sama lebih lanjut, terutama dalam pengembangan ekonomi syariah dan pemberdayaan santri.
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut diakhiri dengan diskusi santai mengenai potensi kemandirian pesantren melalui program-program inovatif. Melalui silaturahmi ini, diharapkan muncul keselarasan visi antara PBNU, OPOP, dan Ponpes Gadingmangu dalam mencetak generasi santri yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan memiliki disiplin tinggi dalam berorganisasi.








